Ada yang hidupnya untuk mengejar harta habis-habisan
Ada yang hidupnya untuk mengejar TUHAN habis-habisan
Ada yang hidupnya untuk mengejar kenikmatan habis-habisan
Dan masih banyak lainnya.
Pada dasarnya semua sama, sama-sama mencari Kebahagiaan.
Hanya saja setiap orang mempunyai sebab-kondisi berbeda" sehingga wujud yang dikejar punya berbeda-beda.
Tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, semua sudah baik pada tempat Dan waktunya.
Semua yang berwujud di semesta ini bergerak untuk memberkahi makhluk lain di semesta ini untuk memberikan keseimbangan, terus bergerak memberikan keindahan tarian kehidupan ini.
Tugas kita cukup "Menyadari" proses Perjalanan kita bermain peran dalam kehidupan ini. Sambil sebenarnya kita memberikan keseimbangan Dan keselarasan pada Dunia pentingnya kita pun tetap menikmati setiap berkah yang kita dapat alami saat ini.
Inilah Kehidupan.
Salam damai penuh cinta.
profokator mindset
Nurhadi
Senin, 03 September 2018
APA YANG DI TABUR, ITULAH YANG AKAN DITUAI
MEMAKNAI KEHIDUPAN DENGAN BIJAK "
========================
● Indahnya kehidupan bukan terletak dari banyaknya harta,
tapi....
pada bagaimana Menyikapi Kehidupan ini dgn penuh
" SYUKUR ".
● Hidup adalah " PERUBAHAN " Pola Pikir yg
" POSITIF " untuk membawa kita ke kehidupan yg Lebih Baik & Lebih Dewasa,
bukan sekedar menjadi tua.
● Jangan takut jatuh & salah,
setiap kesalahan yg di lakukan adalah bagian dari proses pembentukan kepribadian.
● Jangan sesali & mengulanginya,
Sesalilah jika tidak berubah.
Di dalam kehidupan ini kita akan bertemu dgn dua macam pribadi :
● Pribadi pertama adalah mereka yg memberi luka & airmata,
dari merekalah kita belajar memaknai arti Kasih dalam Mengampuni & Melupakan.
● Pribadi kedua adalah mereka yg Menyembuhkan Luka & Menghapus airmata,
dari merekalah kita belajar Memaknai indahnya Kasih sayang dalam Ketulusan.
● Namun....
pada akhirnya kita akan berterima kasih dgn kehadiran mereka di dalam kehidupan kita,
karena dari keduanya kita belajar memaknai kehidupan.
Yang Singkat Itu " WAKTU "
Yang Menipu Itu " DUNIA "
Yang Dekat Itu " KEMATIAN "
Yang Besar Itu " HAWA NAFSU "
Yang Sulit Itu " IKHLAS
Yang Mudah Itu " BERBUAT DOSA "
Yang Susah Itu " SABAR
Yang Sering Lupa Itu
" BERSYUKUR ".
Yang Berharga Itu " IMAN "
Hidup tidaklah lama,
sudah saatnya kita bersama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA :
Saling menghargai,
Saling membantu,
Saling memberi,
Saling mendukung,
Jadilah teman setia tanpa syarat,
Jangan saling memotong & menggunting sesama teman,
Tunjukkanlah bahwa kita masih mempunyai Nurani,
Jauhkan niat jahat untuk mencelakai teman,
Jauhkan niat memaksa seseorang melakukan suatu hal untuk kepentingan pribadi kita,
PERCAYALAH AKAN ADA
" AKIBAT " KARENA ADA
" SEBAB ",
APA YG DI TABUR, ITULAH YG AKAN DI TUAI.
========================
● Indahnya kehidupan bukan terletak dari banyaknya harta,
tapi....
pada bagaimana Menyikapi Kehidupan ini dgn penuh
" SYUKUR ".
● Hidup adalah " PERUBAHAN " Pola Pikir yg
" POSITIF " untuk membawa kita ke kehidupan yg Lebih Baik & Lebih Dewasa,
bukan sekedar menjadi tua.
● Jangan takut jatuh & salah,
setiap kesalahan yg di lakukan adalah bagian dari proses pembentukan kepribadian.
● Jangan sesali & mengulanginya,
Sesalilah jika tidak berubah.
Di dalam kehidupan ini kita akan bertemu dgn dua macam pribadi :
● Pribadi pertama adalah mereka yg memberi luka & airmata,
dari merekalah kita belajar memaknai arti Kasih dalam Mengampuni & Melupakan.
● Pribadi kedua adalah mereka yg Menyembuhkan Luka & Menghapus airmata,
dari merekalah kita belajar Memaknai indahnya Kasih sayang dalam Ketulusan.
● Namun....
pada akhirnya kita akan berterima kasih dgn kehadiran mereka di dalam kehidupan kita,
karena dari keduanya kita belajar memaknai kehidupan.
Yang Singkat Itu " WAKTU "
Yang Menipu Itu " DUNIA "
Yang Dekat Itu " KEMATIAN "
Yang Besar Itu " HAWA NAFSU "
Yang Sulit Itu " IKHLAS
Yang Mudah Itu " BERBUAT DOSA "
Yang Susah Itu " SABAR
Yang Sering Lupa Itu
" BERSYUKUR ".
Yang Berharga Itu " IMAN "
Hidup tidaklah lama,
sudah saatnya kita bersama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA :
Saling menghargai,
Saling membantu,
Saling memberi,
Saling mendukung,
Jadilah teman setia tanpa syarat,
Jangan saling memotong & menggunting sesama teman,
Tunjukkanlah bahwa kita masih mempunyai Nurani,
Jauhkan niat jahat untuk mencelakai teman,
Jauhkan niat memaksa seseorang melakukan suatu hal untuk kepentingan pribadi kita,
PERCAYALAH AKAN ADA
" AKIBAT " KARENA ADA
" SEBAB ",
APA YG DI TABUR, ITULAH YG AKAN DI TUAI.
ADHD

Pengertian ADHD
ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder lebih sering dikenal dengan istilah hiperaktif. ADHD merupakan gangguan jangka panjang yang menyerang jutaan anak dengan gejala-gejala yang dapat berlangsung hingga dewasa. Siapa saja memiliki kemungkinan untuk menderita ADHD, tapi kondisi ini umumnya dialami oleh orang-orang dengan gangguan belajar.
Beberapa gejala dalam perilaku yang dialami penderita ADHD meliputi sulit konsentrasi serta munculnya perilaku hiperaktif dan impulsif. Gejala-gejala ADHD umumnya terlihat sejak usia dini dan cenderung makin jelas ketika terjadi perubahan pada situasi di sekitar sang anak, misalnya mulai belajar di sekolah. Sebagian besar kasus ADHD terdeteksi pada usia 6-12 tahun. Anak-anak dengan ADHD cenderung rendah diri, sulit berteman, serta memiliki prestasi yang kurang memadai.
ADHD cenderung lebih sering terjadi dan mudah terdeteksi pada laki-laki daripada perempuan. Contohnya anak laki-laki umumnya memiliki perilaku yang lebih hiperaktif sementara anak perempuan cenderung lebih diam, tapi sulit berkonsentrasi.
Faktor Risiko dalam ADHD
Penyebab ADHD belum diketahui dengan pasti. Tetapi sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingkat risiko seseorang. Faktor-faktor risiko tersebut antara lain faktor keturunan, pengaruh kelainan pada sistem saraf pusat, serta pengaruh kelahiran prematur.
Proses Diagnosis ADHD
Tidak semua anak yang sulit berkonsentrasi dan hiperaktif pasti menderita ADHD. Anak-anak yang sehat umumnya sangat aktif dan sering membuat orang tuanya kewalahan.
Langkah Penanganan untuk ADHD
Gejala-gejala ADHD terkadang akan berkurang seiring bertambahnya usia, tapi ada juga penderita ADHD yang tetap mengalaminya hingga dewasa. Meski demikian, ada beberapa metode yang dapat dipelajari agar gejala-gejala tersebut dapat dikontrol. Beberapa langkah penanganan tersebut meliputi terapi zona kepala MASTAKARAGA, terapi perilaku, serta terapi interaksi sosial.
Gejala ADHD
Gejala-gejala ADHD umumnya terlihat sejak usia dini, yaitu sebelum usia enam tahun dan cenderung makin jelas ketika terjadi perubahan pada situasi di sekitar sang anak, misalnya mulai belajar di sekolah. Sebagian besar kasus ADHD terdeteksi pada usia 6-12 tahun dengan gejala yang meliputi:
Sulit berkonsentrasi.
Sulit mematuhi instruksi.
Cenderung terlihat tidak mendengarkan.
Mudah merasa bosan.
Tidak bisa diam atau gelisah.
Tidak sabar.
Sering lupa dan kehilangan barang, misalnya alat tulis.
Kesulitan dalam mengatur.
Sering tidak menyelesaikan tugas yang diberikan dan beralih-alih tugas.
Selalu bergerak atau sangat aktif secara fisik.
Bertindak tanpa berpikir panjang.
Kurang memahami bahaya atau konsekuensi buruk.
Sering memotong pembicaraan orang lain
ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder lebih sering dikenal dengan istilah hiperaktif. ADHD merupakan gangguan jangka panjang yang menyerang jutaan anak dengan gejala-gejala yang dapat berlangsung hingga dewasa. Siapa saja memiliki kemungkinan untuk menderita ADHD, tapi kondisi ini umumnya dialami oleh orang-orang dengan gangguan belajar.
Beberapa gejala dalam perilaku yang dialami penderita ADHD meliputi sulit konsentrasi serta munculnya perilaku hiperaktif dan impulsif. Gejala-gejala ADHD umumnya terlihat sejak usia dini dan cenderung makin jelas ketika terjadi perubahan pada situasi di sekitar sang anak, misalnya mulai belajar di sekolah. Sebagian besar kasus ADHD terdeteksi pada usia 6-12 tahun. Anak-anak dengan ADHD cenderung rendah diri, sulit berteman, serta memiliki prestasi yang kurang memadai.
ADHD cenderung lebih sering terjadi dan mudah terdeteksi pada laki-laki daripada perempuan. Contohnya anak laki-laki umumnya memiliki perilaku yang lebih hiperaktif sementara anak perempuan cenderung lebih diam, tapi sulit berkonsentrasi.
Faktor Risiko dalam ADHD
Penyebab ADHD belum diketahui dengan pasti. Tetapi sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingkat risiko seseorang. Faktor-faktor risiko tersebut antara lain faktor keturunan, pengaruh kelainan pada sistem saraf pusat, serta pengaruh kelahiran prematur.
Proses Diagnosis ADHD
Tidak semua anak yang sulit berkonsentrasi dan hiperaktif pasti menderita ADHD. Anak-anak yang sehat umumnya sangat aktif dan sering membuat orang tuanya kewalahan.
Langkah Penanganan untuk ADHD
Gejala-gejala ADHD terkadang akan berkurang seiring bertambahnya usia, tapi ada juga penderita ADHD yang tetap mengalaminya hingga dewasa. Meski demikian, ada beberapa metode yang dapat dipelajari agar gejala-gejala tersebut dapat dikontrol. Beberapa langkah penanganan tersebut meliputi terapi zona kepala MASTAKARAGA, terapi perilaku, serta terapi interaksi sosial.
Gejala ADHD
Gejala-gejala ADHD umumnya terlihat sejak usia dini, yaitu sebelum usia enam tahun dan cenderung makin jelas ketika terjadi perubahan pada situasi di sekitar sang anak, misalnya mulai belajar di sekolah. Sebagian besar kasus ADHD terdeteksi pada usia 6-12 tahun dengan gejala yang meliputi:
Sulit berkonsentrasi.
Sulit mematuhi instruksi.
Cenderung terlihat tidak mendengarkan.
Mudah merasa bosan.
Tidak bisa diam atau gelisah.
Tidak sabar.
Sering lupa dan kehilangan barang, misalnya alat tulis.
Kesulitan dalam mengatur.
Sering tidak menyelesaikan tugas yang diberikan dan beralih-alih tugas.
Selalu bergerak atau sangat aktif secara fisik.
Bertindak tanpa berpikir panjang.
Kurang memahami bahaya atau konsekuensi buruk.
Sering memotong pembicaraan orang lain
Langganan:
Komentar (Atom)