Ada yang hidupnya untuk mengejar harta habis-habisan
Ada yang hidupnya untuk mengejar TUHAN habis-habisan
Ada yang hidupnya untuk mengejar kenikmatan habis-habisan
Dan masih banyak lainnya.
Pada dasarnya semua sama, sama-sama mencari Kebahagiaan.
Hanya saja setiap orang mempunyai sebab-kondisi berbeda" sehingga wujud yang dikejar punya berbeda-beda.
Tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, semua sudah baik pada tempat Dan waktunya.
Semua yang berwujud di semesta ini bergerak untuk memberkahi makhluk lain di semesta ini untuk memberikan keseimbangan, terus bergerak memberikan keindahan tarian kehidupan ini.
Tugas kita cukup "Menyadari" proses Perjalanan kita bermain peran dalam kehidupan ini. Sambil sebenarnya kita memberikan keseimbangan Dan keselarasan pada Dunia pentingnya kita pun tetap menikmati setiap berkah yang kita dapat alami saat ini.
Inilah Kehidupan.
Salam damai penuh cinta.
profokator mindset
Nurhadi
Senin, 03 September 2018
APA YANG DI TABUR, ITULAH YANG AKAN DITUAI
MEMAKNAI KEHIDUPAN DENGAN BIJAK "
========================
● Indahnya kehidupan bukan terletak dari banyaknya harta,
tapi....
pada bagaimana Menyikapi Kehidupan ini dgn penuh
" SYUKUR ".
● Hidup adalah " PERUBAHAN " Pola Pikir yg
" POSITIF " untuk membawa kita ke kehidupan yg Lebih Baik & Lebih Dewasa,
bukan sekedar menjadi tua.
● Jangan takut jatuh & salah,
setiap kesalahan yg di lakukan adalah bagian dari proses pembentukan kepribadian.
● Jangan sesali & mengulanginya,
Sesalilah jika tidak berubah.
Di dalam kehidupan ini kita akan bertemu dgn dua macam pribadi :
● Pribadi pertama adalah mereka yg memberi luka & airmata,
dari merekalah kita belajar memaknai arti Kasih dalam Mengampuni & Melupakan.
● Pribadi kedua adalah mereka yg Menyembuhkan Luka & Menghapus airmata,
dari merekalah kita belajar Memaknai indahnya Kasih sayang dalam Ketulusan.
● Namun....
pada akhirnya kita akan berterima kasih dgn kehadiran mereka di dalam kehidupan kita,
karena dari keduanya kita belajar memaknai kehidupan.
Yang Singkat Itu " WAKTU "
Yang Menipu Itu " DUNIA "
Yang Dekat Itu " KEMATIAN "
Yang Besar Itu " HAWA NAFSU "
Yang Sulit Itu " IKHLAS
Yang Mudah Itu " BERBUAT DOSA "
Yang Susah Itu " SABAR
Yang Sering Lupa Itu
" BERSYUKUR ".
Yang Berharga Itu " IMAN "
Hidup tidaklah lama,
sudah saatnya kita bersama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA :
Saling menghargai,
Saling membantu,
Saling memberi,
Saling mendukung,
Jadilah teman setia tanpa syarat,
Jangan saling memotong & menggunting sesama teman,
Tunjukkanlah bahwa kita masih mempunyai Nurani,
Jauhkan niat jahat untuk mencelakai teman,
Jauhkan niat memaksa seseorang melakukan suatu hal untuk kepentingan pribadi kita,
PERCAYALAH AKAN ADA
" AKIBAT " KARENA ADA
" SEBAB ",
APA YG DI TABUR, ITULAH YG AKAN DI TUAI.
========================
● Indahnya kehidupan bukan terletak dari banyaknya harta,
tapi....
pada bagaimana Menyikapi Kehidupan ini dgn penuh
" SYUKUR ".
● Hidup adalah " PERUBAHAN " Pola Pikir yg
" POSITIF " untuk membawa kita ke kehidupan yg Lebih Baik & Lebih Dewasa,
bukan sekedar menjadi tua.
● Jangan takut jatuh & salah,
setiap kesalahan yg di lakukan adalah bagian dari proses pembentukan kepribadian.
● Jangan sesali & mengulanginya,
Sesalilah jika tidak berubah.
Di dalam kehidupan ini kita akan bertemu dgn dua macam pribadi :
● Pribadi pertama adalah mereka yg memberi luka & airmata,
dari merekalah kita belajar memaknai arti Kasih dalam Mengampuni & Melupakan.
● Pribadi kedua adalah mereka yg Menyembuhkan Luka & Menghapus airmata,
dari merekalah kita belajar Memaknai indahnya Kasih sayang dalam Ketulusan.
● Namun....
pada akhirnya kita akan berterima kasih dgn kehadiran mereka di dalam kehidupan kita,
karena dari keduanya kita belajar memaknai kehidupan.
Yang Singkat Itu " WAKTU "
Yang Menipu Itu " DUNIA "
Yang Dekat Itu " KEMATIAN "
Yang Besar Itu " HAWA NAFSU "
Yang Sulit Itu " IKHLAS
Yang Mudah Itu " BERBUAT DOSA "
Yang Susah Itu " SABAR
Yang Sering Lupa Itu
" BERSYUKUR ".
Yang Berharga Itu " IMAN "
Hidup tidaklah lama,
sudah saatnya kita bersama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA :
Saling menghargai,
Saling membantu,
Saling memberi,
Saling mendukung,
Jadilah teman setia tanpa syarat,
Jangan saling memotong & menggunting sesama teman,
Tunjukkanlah bahwa kita masih mempunyai Nurani,
Jauhkan niat jahat untuk mencelakai teman,
Jauhkan niat memaksa seseorang melakukan suatu hal untuk kepentingan pribadi kita,
PERCAYALAH AKAN ADA
" AKIBAT " KARENA ADA
" SEBAB ",
APA YG DI TABUR, ITULAH YG AKAN DI TUAI.
ADHD

Pengertian ADHD
ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder lebih sering dikenal dengan istilah hiperaktif. ADHD merupakan gangguan jangka panjang yang menyerang jutaan anak dengan gejala-gejala yang dapat berlangsung hingga dewasa. Siapa saja memiliki kemungkinan untuk menderita ADHD, tapi kondisi ini umumnya dialami oleh orang-orang dengan gangguan belajar.
Beberapa gejala dalam perilaku yang dialami penderita ADHD meliputi sulit konsentrasi serta munculnya perilaku hiperaktif dan impulsif. Gejala-gejala ADHD umumnya terlihat sejak usia dini dan cenderung makin jelas ketika terjadi perubahan pada situasi di sekitar sang anak, misalnya mulai belajar di sekolah. Sebagian besar kasus ADHD terdeteksi pada usia 6-12 tahun. Anak-anak dengan ADHD cenderung rendah diri, sulit berteman, serta memiliki prestasi yang kurang memadai.
ADHD cenderung lebih sering terjadi dan mudah terdeteksi pada laki-laki daripada perempuan. Contohnya anak laki-laki umumnya memiliki perilaku yang lebih hiperaktif sementara anak perempuan cenderung lebih diam, tapi sulit berkonsentrasi.
Faktor Risiko dalam ADHD
Penyebab ADHD belum diketahui dengan pasti. Tetapi sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingkat risiko seseorang. Faktor-faktor risiko tersebut antara lain faktor keturunan, pengaruh kelainan pada sistem saraf pusat, serta pengaruh kelahiran prematur.
Proses Diagnosis ADHD
Tidak semua anak yang sulit berkonsentrasi dan hiperaktif pasti menderita ADHD. Anak-anak yang sehat umumnya sangat aktif dan sering membuat orang tuanya kewalahan.
Langkah Penanganan untuk ADHD
Gejala-gejala ADHD terkadang akan berkurang seiring bertambahnya usia, tapi ada juga penderita ADHD yang tetap mengalaminya hingga dewasa. Meski demikian, ada beberapa metode yang dapat dipelajari agar gejala-gejala tersebut dapat dikontrol. Beberapa langkah penanganan tersebut meliputi terapi zona kepala MASTAKARAGA, terapi perilaku, serta terapi interaksi sosial.
Gejala ADHD
Gejala-gejala ADHD umumnya terlihat sejak usia dini, yaitu sebelum usia enam tahun dan cenderung makin jelas ketika terjadi perubahan pada situasi di sekitar sang anak, misalnya mulai belajar di sekolah. Sebagian besar kasus ADHD terdeteksi pada usia 6-12 tahun dengan gejala yang meliputi:
Sulit berkonsentrasi.
Sulit mematuhi instruksi.
Cenderung terlihat tidak mendengarkan.
Mudah merasa bosan.
Tidak bisa diam atau gelisah.
Tidak sabar.
Sering lupa dan kehilangan barang, misalnya alat tulis.
Kesulitan dalam mengatur.
Sering tidak menyelesaikan tugas yang diberikan dan beralih-alih tugas.
Selalu bergerak atau sangat aktif secara fisik.
Bertindak tanpa berpikir panjang.
Kurang memahami bahaya atau konsekuensi buruk.
Sering memotong pembicaraan orang lain
ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder lebih sering dikenal dengan istilah hiperaktif. ADHD merupakan gangguan jangka panjang yang menyerang jutaan anak dengan gejala-gejala yang dapat berlangsung hingga dewasa. Siapa saja memiliki kemungkinan untuk menderita ADHD, tapi kondisi ini umumnya dialami oleh orang-orang dengan gangguan belajar.
Beberapa gejala dalam perilaku yang dialami penderita ADHD meliputi sulit konsentrasi serta munculnya perilaku hiperaktif dan impulsif. Gejala-gejala ADHD umumnya terlihat sejak usia dini dan cenderung makin jelas ketika terjadi perubahan pada situasi di sekitar sang anak, misalnya mulai belajar di sekolah. Sebagian besar kasus ADHD terdeteksi pada usia 6-12 tahun. Anak-anak dengan ADHD cenderung rendah diri, sulit berteman, serta memiliki prestasi yang kurang memadai.
ADHD cenderung lebih sering terjadi dan mudah terdeteksi pada laki-laki daripada perempuan. Contohnya anak laki-laki umumnya memiliki perilaku yang lebih hiperaktif sementara anak perempuan cenderung lebih diam, tapi sulit berkonsentrasi.
Faktor Risiko dalam ADHD
Penyebab ADHD belum diketahui dengan pasti. Tetapi sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingkat risiko seseorang. Faktor-faktor risiko tersebut antara lain faktor keturunan, pengaruh kelainan pada sistem saraf pusat, serta pengaruh kelahiran prematur.
Proses Diagnosis ADHD
Tidak semua anak yang sulit berkonsentrasi dan hiperaktif pasti menderita ADHD. Anak-anak yang sehat umumnya sangat aktif dan sering membuat orang tuanya kewalahan.
Langkah Penanganan untuk ADHD
Gejala-gejala ADHD terkadang akan berkurang seiring bertambahnya usia, tapi ada juga penderita ADHD yang tetap mengalaminya hingga dewasa. Meski demikian, ada beberapa metode yang dapat dipelajari agar gejala-gejala tersebut dapat dikontrol. Beberapa langkah penanganan tersebut meliputi terapi zona kepala MASTAKARAGA, terapi perilaku, serta terapi interaksi sosial.
Gejala ADHD
Gejala-gejala ADHD umumnya terlihat sejak usia dini, yaitu sebelum usia enam tahun dan cenderung makin jelas ketika terjadi perubahan pada situasi di sekitar sang anak, misalnya mulai belajar di sekolah. Sebagian besar kasus ADHD terdeteksi pada usia 6-12 tahun dengan gejala yang meliputi:
Sulit berkonsentrasi.
Sulit mematuhi instruksi.
Cenderung terlihat tidak mendengarkan.
Mudah merasa bosan.
Tidak bisa diam atau gelisah.
Tidak sabar.
Sering lupa dan kehilangan barang, misalnya alat tulis.
Kesulitan dalam mengatur.
Sering tidak menyelesaikan tugas yang diberikan dan beralih-alih tugas.
Selalu bergerak atau sangat aktif secara fisik.
Bertindak tanpa berpikir panjang.
Kurang memahami bahaya atau konsekuensi buruk.
Sering memotong pembicaraan orang lain
Jumat, 24 Agustus 2018
KACAMATA CINTA
TIDAK ADA MANUSIA YANG MENYEBALKAN JIKA ANDA MENGGUNAKAN KACAMATA CINTA
EPISODE TANYA BY INBOX:
Si X:
"Pak bgmn caranya menghadapi org2 yg menyebalkan,suka memfitnah kita? bersikap baik didpn kita,namun di tempat lain menjelek2n kita? apkh kita hrs menjauhinya? sedangkan kami bekerja di perush yg sama.terima kasih masukannya."
Saya:
Sahabat..
Tetaplah jaga prasangka baikmu, kepada orang-orang yang memfitnahmu, yang menjelek-jelekanmu, yang berusaha menjatuhkanmu..
Syukuri dan berterima kasihlah atas kehadiran mereka dalam hidupmu..
Mereka itu adalah orang-orang yang dikirimkan oleh Tuhan sebagai guru-guru kehidupanmu, yang bertujuan untuk mengindahkan pribadimu, membesarkan hidupmu,dan menaikkan derajat kemanusiaan mu..
Agar dirimu terus bertumbuh menjadi lebih hebat, lebih sabar, lebih tangguh, menjalani hidup..
Sebab, tidak ada satu manusiapun yang Tuhan ciptakan dengan sia-sia dibumi ini..
Bahkan kecoa di rumahmu pun ada manfaatnya, demikian juga dengan orang-orang yang kehadiran dan keberadaannya tidak kamu inginkan..
Mereka hanyalah manusia yang sedang mengalami "defisit cinta"..
Mereka kekurangan dan kekeringan cinta..
Menjadi tugasmu untuk memberinya banyak kasih dan cinta..
Jika dirimu mampu melihat ada Tuhan didalam setiap makhlukNya, bagaimana mungkin kamu bisa menolak kehadiran orang-orang yang menyebalkan dalam hidupmu?
Sebab, bisa jadi yang menyebalkan itu adalah pikiran negatif dan prasangka burukmu..
PROVOKATOR MINDSET
Sumber : Master Nurhadi
EPISODE TANYA BY INBOX:
Si X:
"Pak bgmn caranya menghadapi org2 yg menyebalkan,suka memfitnah kita? bersikap baik didpn kita,namun di tempat lain menjelek2n kita? apkh kita hrs menjauhinya? sedangkan kami bekerja di perush yg sama.terima kasih masukannya."
Saya:
Sahabat..
Tetaplah jaga prasangka baikmu, kepada orang-orang yang memfitnahmu, yang menjelek-jelekanmu, yang berusaha menjatuhkanmu..
Syukuri dan berterima kasihlah atas kehadiran mereka dalam hidupmu..
Mereka itu adalah orang-orang yang dikirimkan oleh Tuhan sebagai guru-guru kehidupanmu, yang bertujuan untuk mengindahkan pribadimu, membesarkan hidupmu,dan menaikkan derajat kemanusiaan mu..
Agar dirimu terus bertumbuh menjadi lebih hebat, lebih sabar, lebih tangguh, menjalani hidup..
Sebab, tidak ada satu manusiapun yang Tuhan ciptakan dengan sia-sia dibumi ini..
Bahkan kecoa di rumahmu pun ada manfaatnya, demikian juga dengan orang-orang yang kehadiran dan keberadaannya tidak kamu inginkan..
Mereka hanyalah manusia yang sedang mengalami "defisit cinta"..
Mereka kekurangan dan kekeringan cinta..
Menjadi tugasmu untuk memberinya banyak kasih dan cinta..
Jika dirimu mampu melihat ada Tuhan didalam setiap makhlukNya, bagaimana mungkin kamu bisa menolak kehadiran orang-orang yang menyebalkan dalam hidupmu?
Sebab, bisa jadi yang menyebalkan itu adalah pikiran negatif dan prasangka burukmu..
PROVOKATOR MINDSET
Sumber : Master Nurhadi
Selasa, 21 Agustus 2018
Apapun Yang Pernah Terjadi
Maafkan diri
============
Bertindak sebagai diri sendiri adalah bagaimana kita bisa memaafkan diri atas apapun yang pernah terjadi.Sebuah kesalahan adalah indahnya sebuah kedamaian hati yang tertunda.
Nyatakan diri adalah sebagai diri yang sesungguhnya bukan dengan cara mereka-mereka atas diri yang sebenarnya.Tipuan demi tipuan dalam diri selalu mengisyaratkan bahwa dia adalah bagian dari diri kita.
Jagalah dari segala kemungkinan yang ada bahwa kita masih perlu banyak belajar memaafkan diri, agar kedamaian yang tertunda atas diri kita segera dapat ter"nyatakan" dari bentuk kedamaian yang sesungguhnya.Dan dengan sendirinya kita dapat mewujudkan diri kita bisa berdamai dengan orang-orang disekeliling kita.
Salam damai penuh cinta
Sumber : Master NURHADI
============
Bertindak sebagai diri sendiri adalah bagaimana kita bisa memaafkan diri atas apapun yang pernah terjadi.Sebuah kesalahan adalah indahnya sebuah kedamaian hati yang tertunda.
Nyatakan diri adalah sebagai diri yang sesungguhnya bukan dengan cara mereka-mereka atas diri yang sebenarnya.Tipuan demi tipuan dalam diri selalu mengisyaratkan bahwa dia adalah bagian dari diri kita.
Jagalah dari segala kemungkinan yang ada bahwa kita masih perlu banyak belajar memaafkan diri, agar kedamaian yang tertunda atas diri kita segera dapat ter"nyatakan" dari bentuk kedamaian yang sesungguhnya.Dan dengan sendirinya kita dapat mewujudkan diri kita bisa berdamai dengan orang-orang disekeliling kita.
Salam damai penuh cinta
Sumber : Master NURHADI
Awareness
Selamat sore Sahabat
Seorang manusia Bijaksana akan berserah kepada Tuhan semasa hidupnya.
Sementara seorang yang bebal pasrah secara paksa saat kematiannya.
Sebab pasrah yang sesungguhnya adalah berserah seutuhnya pada Sang Pemilik Kehidupan.
Awareness
Sumber : Coach Nurhadi
Seorang manusia Bijaksana akan berserah kepada Tuhan semasa hidupnya.
Sementara seorang yang bebal pasrah secara paksa saat kematiannya.
Sebab pasrah yang sesungguhnya adalah berserah seutuhnya pada Sang Pemilik Kehidupan.
Awareness
Sumber : Coach Nurhadi
ILUSI PIKIRAN
ANTARA KEBAHAGIAAN, PENDERITAAN, DAN ILUSI PIKIRAN
"Banyak manusia menderita, ketika kehidupan setiap saat memberikan beragam keajaiban, dan mempersembahkan keindahan hidup kepada dirinya.."
Dari pengalaman saya, ketika saya:
Tidak benar-benar hadir dan menyatu dengan kehidupan..
Terseret dalam ilusi pikiran, dan terjebak dalam pusaran emosi dan perasaan..
Terbelenggu dalam ego ke'aku'an, dan terpisah dengan kehidupan..
Ketika itulah saya terjebak dalam kubang penderitaan..
Namun, ketika saya:
Menyatu dan melebur dengan kehidupan..
Menikmati setiap momen, setiap keajaiban, dan keindahan kehidupan..
Menyadari ilusi permainan pikiran, lepas dari jebakan emosi, ego, dan hidup dalam ke'kini'an..
Seketika tubuh, pikiran, dan perasaan saya diliputi rasa damai, bahagia yang tak terkatakan..
Seringkali kebahagiaan datang, saat saya mengijinkan diri untuk "hadir" dalam kehidupan..
Hanya dengan memperhatikan semut-semut kecil yang sedang berputar-putar mencari makanan..
Mengamati ulat yang sedang mengunyah daun dengan perlahan..
Menikmati tarian dan kicau burung dipagi hari..
Memandang kedipan jutaan bintang dimalam hari..
Menyadari setiap tetesan air hujan yang turun menyentuh bumi..
Seketika itu juga saya menemukan banyak keajaiban, keindahan, dan merasakan kebahagiaan..
Ya, ketika saya hidup seperti anak kecil..
Yang selalu "terkagum-kagum" dengan hal-hal yang ada disekitar..
Yang asik sekali memunguti daun kering yang berguguran, memetik kembang, menciumnya, dan mengamati keindahan warnanya dengan penuh kekaguman..
Berlari-lari kecil menikmati setiap ayunan langkah kaki yang menyentuh basah rerumputan, mengejar kupu-kupu, bergembira dalam guyuran air hujan..
Dan segala hal yang dianggap kecil dan remeh temeh oleh kebanyakan orang dewasa..
Disitulah saya menyadari,
Sesungguhnya, kebahagiaan masa kecil saya tidak pernah hilang..
Saya lah yang telah pergi "menghilang" dan "menjauh" dari kehidupan..
Itulah kenapa, banyak "orang dewasa" yang semakin rentan mudah jatuh sakit..
Mudah stres, depresi, terluka, sakit hati, kecewa, dendam, dan segudang jenis penderitaan lainnya..
Mereka menjadi "pecandu derita" bukan karena "kekurangan bahan" untuk bahagia, tapi karena "terlalu banyak bahan" yang dijadikan alasan dan pembenaran atas penderitaannya..
Termasuk hobbynya memikul "beban derita", delusi, dan "ilusi masalah" yang diciptakan dalam pikirannya..
Beban derita itu bisa berasal dari masa lalunya, masa kini, ataupun dari masa depannya..
Hingga..
Hidup yang sedemikian cantik dan indah, Menjadi terlihat buruk rupa, dan "menyeramkan" baginya..
Hidup yang semestinya ringan, terasa menjadi begitu berat, "seberat-berat"nya..Salam bch
Sumber : Coach Nurhadi
"Banyak manusia menderita, ketika kehidupan setiap saat memberikan beragam keajaiban, dan mempersembahkan keindahan hidup kepada dirinya.."
Dari pengalaman saya, ketika saya:
Tidak benar-benar hadir dan menyatu dengan kehidupan..
Terseret dalam ilusi pikiran, dan terjebak dalam pusaran emosi dan perasaan..
Terbelenggu dalam ego ke'aku'an, dan terpisah dengan kehidupan..
Ketika itulah saya terjebak dalam kubang penderitaan..
Namun, ketika saya:
Menyatu dan melebur dengan kehidupan..
Menikmati setiap momen, setiap keajaiban, dan keindahan kehidupan..
Menyadari ilusi permainan pikiran, lepas dari jebakan emosi, ego, dan hidup dalam ke'kini'an..
Seketika tubuh, pikiran, dan perasaan saya diliputi rasa damai, bahagia yang tak terkatakan..
Seringkali kebahagiaan datang, saat saya mengijinkan diri untuk "hadir" dalam kehidupan..
Hanya dengan memperhatikan semut-semut kecil yang sedang berputar-putar mencari makanan..
Mengamati ulat yang sedang mengunyah daun dengan perlahan..
Menikmati tarian dan kicau burung dipagi hari..
Memandang kedipan jutaan bintang dimalam hari..
Menyadari setiap tetesan air hujan yang turun menyentuh bumi..
Seketika itu juga saya menemukan banyak keajaiban, keindahan, dan merasakan kebahagiaan..
Ya, ketika saya hidup seperti anak kecil..
Yang selalu "terkagum-kagum" dengan hal-hal yang ada disekitar..
Yang asik sekali memunguti daun kering yang berguguran, memetik kembang, menciumnya, dan mengamati keindahan warnanya dengan penuh kekaguman..
Berlari-lari kecil menikmati setiap ayunan langkah kaki yang menyentuh basah rerumputan, mengejar kupu-kupu, bergembira dalam guyuran air hujan..
Dan segala hal yang dianggap kecil dan remeh temeh oleh kebanyakan orang dewasa..
Disitulah saya menyadari,
Sesungguhnya, kebahagiaan masa kecil saya tidak pernah hilang..
Saya lah yang telah pergi "menghilang" dan "menjauh" dari kehidupan..
Itulah kenapa, banyak "orang dewasa" yang semakin rentan mudah jatuh sakit..
Mudah stres, depresi, terluka, sakit hati, kecewa, dendam, dan segudang jenis penderitaan lainnya..
Mereka menjadi "pecandu derita" bukan karena "kekurangan bahan" untuk bahagia, tapi karena "terlalu banyak bahan" yang dijadikan alasan dan pembenaran atas penderitaannya..
Termasuk hobbynya memikul "beban derita", delusi, dan "ilusi masalah" yang diciptakan dalam pikirannya..
Beban derita itu bisa berasal dari masa lalunya, masa kini, ataupun dari masa depannya..
Hingga..
Hidup yang sedemikian cantik dan indah, Menjadi terlihat buruk rupa, dan "menyeramkan" baginya..
Hidup yang semestinya ringan, terasa menjadi begitu berat, "seberat-berat"nya..Salam bch
Sumber : Coach Nurhadi
Langganan:
Komentar (Atom)