TIDAK ADA MANUSIA YANG MENYEBALKAN JIKA ANDA MENGGUNAKAN KACAMATA CINTA
EPISODE TANYA BY INBOX:
Si X:
"Pak bgmn caranya menghadapi org2 yg menyebalkan,suka memfitnah kita? bersikap baik didpn kita,namun di tempat lain menjelek2n kita? apkh kita hrs menjauhinya? sedangkan kami bekerja di perush yg sama.terima kasih masukannya."
Saya:
Sahabat..
Tetaplah jaga prasangka baikmu, kepada orang-orang yang memfitnahmu, yang menjelek-jelekanmu, yang berusaha menjatuhkanmu..
Syukuri dan berterima kasihlah atas kehadiran mereka dalam hidupmu..
Mereka itu adalah orang-orang yang dikirimkan oleh Tuhan sebagai guru-guru kehidupanmu, yang bertujuan untuk mengindahkan pribadimu, membesarkan hidupmu,dan menaikkan derajat kemanusiaan mu..
Agar dirimu terus bertumbuh menjadi lebih hebat, lebih sabar, lebih tangguh, menjalani hidup..
Sebab, tidak ada satu manusiapun yang Tuhan ciptakan dengan sia-sia dibumi ini..
Bahkan kecoa di rumahmu pun ada manfaatnya, demikian juga dengan orang-orang yang kehadiran dan keberadaannya tidak kamu inginkan..
Mereka hanyalah manusia yang sedang mengalami "defisit cinta"..
Mereka kekurangan dan kekeringan cinta..
Menjadi tugasmu untuk memberinya banyak kasih dan cinta..
Jika dirimu mampu melihat ada Tuhan didalam setiap makhlukNya, bagaimana mungkin kamu bisa menolak kehadiran orang-orang yang menyebalkan dalam hidupmu?
Sebab, bisa jadi yang menyebalkan itu adalah pikiran negatif dan prasangka burukmu..
PROVOKATOR MINDSET
Sumber : Master Nurhadi
Jumat, 24 Agustus 2018
Selasa, 21 Agustus 2018
Apapun Yang Pernah Terjadi
Maafkan diri
============
Bertindak sebagai diri sendiri adalah bagaimana kita bisa memaafkan diri atas apapun yang pernah terjadi.Sebuah kesalahan adalah indahnya sebuah kedamaian hati yang tertunda.
Nyatakan diri adalah sebagai diri yang sesungguhnya bukan dengan cara mereka-mereka atas diri yang sebenarnya.Tipuan demi tipuan dalam diri selalu mengisyaratkan bahwa dia adalah bagian dari diri kita.
Jagalah dari segala kemungkinan yang ada bahwa kita masih perlu banyak belajar memaafkan diri, agar kedamaian yang tertunda atas diri kita segera dapat ter"nyatakan" dari bentuk kedamaian yang sesungguhnya.Dan dengan sendirinya kita dapat mewujudkan diri kita bisa berdamai dengan orang-orang disekeliling kita.
Salam damai penuh cinta
Sumber : Master NURHADI
============
Bertindak sebagai diri sendiri adalah bagaimana kita bisa memaafkan diri atas apapun yang pernah terjadi.Sebuah kesalahan adalah indahnya sebuah kedamaian hati yang tertunda.
Nyatakan diri adalah sebagai diri yang sesungguhnya bukan dengan cara mereka-mereka atas diri yang sebenarnya.Tipuan demi tipuan dalam diri selalu mengisyaratkan bahwa dia adalah bagian dari diri kita.
Jagalah dari segala kemungkinan yang ada bahwa kita masih perlu banyak belajar memaafkan diri, agar kedamaian yang tertunda atas diri kita segera dapat ter"nyatakan" dari bentuk kedamaian yang sesungguhnya.Dan dengan sendirinya kita dapat mewujudkan diri kita bisa berdamai dengan orang-orang disekeliling kita.
Salam damai penuh cinta
Sumber : Master NURHADI
Awareness
Selamat sore Sahabat
Seorang manusia Bijaksana akan berserah kepada Tuhan semasa hidupnya.
Sementara seorang yang bebal pasrah secara paksa saat kematiannya.
Sebab pasrah yang sesungguhnya adalah berserah seutuhnya pada Sang Pemilik Kehidupan.
Awareness
Sumber : Coach Nurhadi
Seorang manusia Bijaksana akan berserah kepada Tuhan semasa hidupnya.
Sementara seorang yang bebal pasrah secara paksa saat kematiannya.
Sebab pasrah yang sesungguhnya adalah berserah seutuhnya pada Sang Pemilik Kehidupan.
Awareness
Sumber : Coach Nurhadi
ILUSI PIKIRAN
ANTARA KEBAHAGIAAN, PENDERITAAN, DAN ILUSI PIKIRAN
"Banyak manusia menderita, ketika kehidupan setiap saat memberikan beragam keajaiban, dan mempersembahkan keindahan hidup kepada dirinya.."
Dari pengalaman saya, ketika saya:
Tidak benar-benar hadir dan menyatu dengan kehidupan..
Terseret dalam ilusi pikiran, dan terjebak dalam pusaran emosi dan perasaan..
Terbelenggu dalam ego ke'aku'an, dan terpisah dengan kehidupan..
Ketika itulah saya terjebak dalam kubang penderitaan..
Namun, ketika saya:
Menyatu dan melebur dengan kehidupan..
Menikmati setiap momen, setiap keajaiban, dan keindahan kehidupan..
Menyadari ilusi permainan pikiran, lepas dari jebakan emosi, ego, dan hidup dalam ke'kini'an..
Seketika tubuh, pikiran, dan perasaan saya diliputi rasa damai, bahagia yang tak terkatakan..
Seringkali kebahagiaan datang, saat saya mengijinkan diri untuk "hadir" dalam kehidupan..
Hanya dengan memperhatikan semut-semut kecil yang sedang berputar-putar mencari makanan..
Mengamati ulat yang sedang mengunyah daun dengan perlahan..
Menikmati tarian dan kicau burung dipagi hari..
Memandang kedipan jutaan bintang dimalam hari..
Menyadari setiap tetesan air hujan yang turun menyentuh bumi..
Seketika itu juga saya menemukan banyak keajaiban, keindahan, dan merasakan kebahagiaan..
Ya, ketika saya hidup seperti anak kecil..
Yang selalu "terkagum-kagum" dengan hal-hal yang ada disekitar..
Yang asik sekali memunguti daun kering yang berguguran, memetik kembang, menciumnya, dan mengamati keindahan warnanya dengan penuh kekaguman..
Berlari-lari kecil menikmati setiap ayunan langkah kaki yang menyentuh basah rerumputan, mengejar kupu-kupu, bergembira dalam guyuran air hujan..
Dan segala hal yang dianggap kecil dan remeh temeh oleh kebanyakan orang dewasa..
Disitulah saya menyadari,
Sesungguhnya, kebahagiaan masa kecil saya tidak pernah hilang..
Saya lah yang telah pergi "menghilang" dan "menjauh" dari kehidupan..
Itulah kenapa, banyak "orang dewasa" yang semakin rentan mudah jatuh sakit..
Mudah stres, depresi, terluka, sakit hati, kecewa, dendam, dan segudang jenis penderitaan lainnya..
Mereka menjadi "pecandu derita" bukan karena "kekurangan bahan" untuk bahagia, tapi karena "terlalu banyak bahan" yang dijadikan alasan dan pembenaran atas penderitaannya..
Termasuk hobbynya memikul "beban derita", delusi, dan "ilusi masalah" yang diciptakan dalam pikirannya..
Beban derita itu bisa berasal dari masa lalunya, masa kini, ataupun dari masa depannya..
Hingga..
Hidup yang sedemikian cantik dan indah, Menjadi terlihat buruk rupa, dan "menyeramkan" baginya..
Hidup yang semestinya ringan, terasa menjadi begitu berat, "seberat-berat"nya..Salam bch
Sumber : Coach Nurhadi
"Banyak manusia menderita, ketika kehidupan setiap saat memberikan beragam keajaiban, dan mempersembahkan keindahan hidup kepada dirinya.."
Dari pengalaman saya, ketika saya:
Tidak benar-benar hadir dan menyatu dengan kehidupan..
Terseret dalam ilusi pikiran, dan terjebak dalam pusaran emosi dan perasaan..
Terbelenggu dalam ego ke'aku'an, dan terpisah dengan kehidupan..
Ketika itulah saya terjebak dalam kubang penderitaan..
Namun, ketika saya:
Menyatu dan melebur dengan kehidupan..
Menikmati setiap momen, setiap keajaiban, dan keindahan kehidupan..
Menyadari ilusi permainan pikiran, lepas dari jebakan emosi, ego, dan hidup dalam ke'kini'an..
Seketika tubuh, pikiran, dan perasaan saya diliputi rasa damai, bahagia yang tak terkatakan..
Seringkali kebahagiaan datang, saat saya mengijinkan diri untuk "hadir" dalam kehidupan..
Hanya dengan memperhatikan semut-semut kecil yang sedang berputar-putar mencari makanan..
Mengamati ulat yang sedang mengunyah daun dengan perlahan..
Menikmati tarian dan kicau burung dipagi hari..
Memandang kedipan jutaan bintang dimalam hari..
Menyadari setiap tetesan air hujan yang turun menyentuh bumi..
Seketika itu juga saya menemukan banyak keajaiban, keindahan, dan merasakan kebahagiaan..
Ya, ketika saya hidup seperti anak kecil..
Yang selalu "terkagum-kagum" dengan hal-hal yang ada disekitar..
Yang asik sekali memunguti daun kering yang berguguran, memetik kembang, menciumnya, dan mengamati keindahan warnanya dengan penuh kekaguman..
Berlari-lari kecil menikmati setiap ayunan langkah kaki yang menyentuh basah rerumputan, mengejar kupu-kupu, bergembira dalam guyuran air hujan..
Dan segala hal yang dianggap kecil dan remeh temeh oleh kebanyakan orang dewasa..
Disitulah saya menyadari,
Sesungguhnya, kebahagiaan masa kecil saya tidak pernah hilang..
Saya lah yang telah pergi "menghilang" dan "menjauh" dari kehidupan..
Itulah kenapa, banyak "orang dewasa" yang semakin rentan mudah jatuh sakit..
Mudah stres, depresi, terluka, sakit hati, kecewa, dendam, dan segudang jenis penderitaan lainnya..
Mereka menjadi "pecandu derita" bukan karena "kekurangan bahan" untuk bahagia, tapi karena "terlalu banyak bahan" yang dijadikan alasan dan pembenaran atas penderitaannya..
Termasuk hobbynya memikul "beban derita", delusi, dan "ilusi masalah" yang diciptakan dalam pikirannya..
Beban derita itu bisa berasal dari masa lalunya, masa kini, ataupun dari masa depannya..
Hingga..
Hidup yang sedemikian cantik dan indah, Menjadi terlihat buruk rupa, dan "menyeramkan" baginya..
Hidup yang semestinya ringan, terasa menjadi begitu berat, "seberat-berat"nya..Salam bch
Sumber : Coach Nurhadi
Pribadi Indah
Menjadi Pribadi Indah adalah Pilihan.
.
.
.
Karena aku menyadari bahwa aku terlahir dimuka bumi ini hanya untuk MENGINDAHKAN dan bukan untuk MERUSAK Apalagi Menghancurkan Tatanan Peradaban Bumi
Dan itu bisa aku mulai dari mengolah kata2 dan tulisan2ku agar selalu Baik dan Bermanfaat, Mencerahkan serta memberi Dampak Perubahan Lebih Baik bagi banyak orang.
Trima Kasih Ya Rabb, atas Kesempatan Hidup dan Kebaikan yang Engkau Karuniakan untukku dan aku bisa Berbagi Energy Positif didalamnya, Aku yakin dan percaya bahwa segala hal Kebaikan yang hadir dalam hidupku adalah CaraMu untuk menyempurnakan Rasa Syukurku.
Aamiin.
Salam damai penuh cinta.
Sumber : Coach Nurhadi
.
.
.
Karena aku menyadari bahwa aku terlahir dimuka bumi ini hanya untuk MENGINDAHKAN dan bukan untuk MERUSAK Apalagi Menghancurkan Tatanan Peradaban Bumi
Dan itu bisa aku mulai dari mengolah kata2 dan tulisan2ku agar selalu Baik dan Bermanfaat, Mencerahkan serta memberi Dampak Perubahan Lebih Baik bagi banyak orang.
Trima Kasih Ya Rabb, atas Kesempatan Hidup dan Kebaikan yang Engkau Karuniakan untukku dan aku bisa Berbagi Energy Positif didalamnya, Aku yakin dan percaya bahwa segala hal Kebaikan yang hadir dalam hidupku adalah CaraMu untuk menyempurnakan Rasa Syukurku.
Aamiin.
Salam damai penuh cinta.
Sumber : Coach Nurhadi
Jebakan Kebaikan
Berbuat baik itu baik, namun ada beberapa jebakan dalam tindakan kebaikan yang perlu kita Ingat selalu..
Berbuat baik bisa memberikan efek kita merasa benar dan menyalahkan orang lain, karena Kesombongan sudah melakukan kebaikan lebih di bandingkan orang lain.
Di sini lah peran kesadaran penting sekali, menyadari bahwa Berbuat baik bukanlah panggilan untuk mencari kebenaran tetapi mengikuti dorongan kasih Tuhan yang ada di dalam diri kita Dengan tetap mencintai karya yang di berikan oleh sang pembuat kehidupan yang lain dalam wujud apapun.
Ada dua jalan untuk menjadi pemberi cahaya dalam kehidupan ini.
Yang pertama, menjadikan hidup kita sebagai pelita bagi orang lain dan yang kedua, menjadi cermin yang memantulkan sinar cahaya orang lain.
PROVOKATOR MINDSET
Sumber : Coach Nurhadi
Berbuat baik bisa memberikan efek kita merasa benar dan menyalahkan orang lain, karena Kesombongan sudah melakukan kebaikan lebih di bandingkan orang lain.
Di sini lah peran kesadaran penting sekali, menyadari bahwa Berbuat baik bukanlah panggilan untuk mencari kebenaran tetapi mengikuti dorongan kasih Tuhan yang ada di dalam diri kita Dengan tetap mencintai karya yang di berikan oleh sang pembuat kehidupan yang lain dalam wujud apapun.
Ada dua jalan untuk menjadi pemberi cahaya dalam kehidupan ini.
Yang pertama, menjadikan hidup kita sebagai pelita bagi orang lain dan yang kedua, menjadi cermin yang memantulkan sinar cahaya orang lain.
PROVOKATOR MINDSET
Sumber : Coach Nurhadi
Senin, 20 Agustus 2018
TETAPLAH SABAR
TETAPLAH SABAR
=================
Dalam islam orang yang sabar akan mempunyai kedudukan setingkat nabi dan dicintai Allah serta dikatakan sebagai orang yang beruntung.
Simak firman Allah SWT berikut: “Hai orang-orang yang beriman bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaran kamu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertakwalah pada Allah supaya kamu
beruntung.” (QS. Ali Imran: 200)
Contoh kesabaran yang menyamudra pun dimiliki oleh Maryam, bagaimana
tidak ia sanggup menanggung caci dan maki karena mengandung namun tidak memiliki suami, dan ketika akan melahirkan dia hanya seorang diri
di perjalanan.
Dan yang tak kalah menakjubkan lagi adalah sabar yang dimiliki baginda Rasullullah SAW ketika meniti perjuangannya dalam
menyampaikan dakwah Islam.
Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan memberikan ujian kepada mereka.
Qadha dari Allah akan menjadi penebus atas dosa-dosa seseorang dan sarana dihapuskannya kesalahan jika ia sabar menerimanya.
Musibah berupa sakit, kebingungan, kesedihan, kegundahan akan menjadi penghapus bagi kesalahan-kesalahannya.
Setiap ujian akan menggugurkan kesalahan. Setiap musibah yang menimpa seorang hamba, Allah akan mencatat satu kebaikan baginya.
Sabar itu dilakukan demi meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Sabar
seperti ini adalah pilar kebahagiaan seorang hamba.
Dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan.
By Nurhadi
PROVOKATOR MINDSET
Productivity & Leadership Energy Coach & Trainer.
=================
Dalam islam orang yang sabar akan mempunyai kedudukan setingkat nabi dan dicintai Allah serta dikatakan sebagai orang yang beruntung.
Simak firman Allah SWT berikut: “Hai orang-orang yang beriman bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaran kamu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertakwalah pada Allah supaya kamu
beruntung.” (QS. Ali Imran: 200)
Contoh kesabaran yang menyamudra pun dimiliki oleh Maryam, bagaimana
tidak ia sanggup menanggung caci dan maki karena mengandung namun tidak memiliki suami, dan ketika akan melahirkan dia hanya seorang diri
di perjalanan.
Dan yang tak kalah menakjubkan lagi adalah sabar yang dimiliki baginda Rasullullah SAW ketika meniti perjuangannya dalam
menyampaikan dakwah Islam.
Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan memberikan ujian kepada mereka.
Qadha dari Allah akan menjadi penebus atas dosa-dosa seseorang dan sarana dihapuskannya kesalahan jika ia sabar menerimanya.
Musibah berupa sakit, kebingungan, kesedihan, kegundahan akan menjadi penghapus bagi kesalahan-kesalahannya.
Setiap ujian akan menggugurkan kesalahan. Setiap musibah yang menimpa seorang hamba, Allah akan mencatat satu kebaikan baginya.
Sabar itu dilakukan demi meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Sabar
seperti ini adalah pilar kebahagiaan seorang hamba.
Dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan.
By Nurhadi
PROVOKATOR MINDSET
Productivity & Leadership Energy Coach & Trainer.
Langganan:
Postingan (Atom)