Senin, 20 Agustus 2018

Koh Ifan Winarno

SEMUA PERISTIWA YANG HADIR, HANYALAH PROYEKSI PIKIRAN, PERGULATAN RASA, DAN SELF-TALK YANG "TERJADI DIDALAM"

Semoga copas tulisan dari salah seorang Master dan Guru saya Koh Ifan Winarno ini bisa menginspirasi perubahan hidup anda..

Di sebuah kota kecil, ada sebuah gerobak tempat berjualan kue di dekat pasar .. dari pagi sampai siang hari selalu ramai dikunjungi pembeli ..

Si bapak penjual adalah orang yang punya cita-cita kuat menyekolahkan anaknya sampai ke perguruan tinggi di ibukota .. dan, ternyata dia malah mampu mendidik dan  menyekolahkan anaknya menjadi siswa berprestasi ..

Sampai akhirnya, si anak harus meninggalkannya ke luar negeri karena mendapatkan bea siswa .. predikat lulus pasca sarjana yang membanggakan tentunya ..

Si anakpun mulai berkarir di ibukota ..

Sementara si bapak masih terus melakukan aktivitas berjualannya .. si bapak tetap sehat karena banyak aktivitas .. ceria karena selalu berinteraksi dengan banyak orang .. penuh percaya diri karena memang telah terbukti berhasil memiliki anak yang sudah berhasil berkarir di ibukota .. hampir 25 tahun telah dijalaninya berjualan kue .. sebuah ketekunan yang membuahkan hasil..

Suatu hari .. si anak pulang dengan wajah lesu .. dan bercerita kepada si bapak bahwa keadaan ekonomi dunia saat ini sedang krisis .. semua usaha sepi .. banyak yang gulung tikar .. harga-harga naik .. persaingan semakin berat, bukan cuma di  negara maju, di negeri sendiri juga demikian..

Bapaknya mengatakan,

"Kok sepertinya semua baik baik saja berpuluh-puluh tahun terakhir ini, mulai bapak bujang, jualan kue, membesarkanmu.. sampai hari ini.."

Si anak mengatakan,

"Bapak sich kudet .. kurang update .. ntar tak langganan koran, biar bapak tahu perkembangan berita.."

Dan benar, sejak berlangganan koran ..
Si bapak jadi sering mengernyitkan dahi..

Mulai banyak juga orang yang datang ke kiosnya sambil mengeluhkan keadaan ..

Dulu, si bapak beli koran kiloan hanya untuk pembungkus kue .. sekarang jadi pelanggan koran untuk membaca berita .. dan dia selalu mencari berita seperti yang dikatakan anaknya.. topik-topik yang berkaitan dengan krisis ekonomi..

Semakin lama daganganpun mulai sepi .. dan dia makin meyakini bahwa memang benar kondisi ekonomi memang lagi lesu .. singkat cerita, usaha jualan kue itupun akhirnya tutup..

Sekarang.. si bapak harus hidup bergantung pada istrinya .. seorang penjahit kebaya .. yang sejak bujang, sebelum menikah dengan si bapak dan punya anak mereka satu-satunya yang berhasil itu, memang sudah tekun menjahit kebaya saja ..

Si bapak pun mulai membantu si ibu .. karena banyak kebutuhan kebaya di Bali, maka usaha inipun terus berjalan .. si bapakpun mulai jadi asisten menjahit si ibu .. nggak sempat lagi baca koran .. dan keadaan perekonomian keluarga itupun makin membaik ..

Sementara .. si anak .. meski sudah berkarir di ibukota.. masih sering minta kiriman uang dari mereka karena biaya hidup yang dirasakan makin menghimpit..
=============================

YA, segala peristiwa yang hadir dalam kehidupan anda, tidak ada yang kebetulan..

Semua hanyalah hasil "proyeksi" isi pikiran, pergulatan "rasa", dan "selftalk" yang terjadi "didalam"..

Disadari atau tidak, anda sendiri yang mengundangnya datang..

Seperti sahabat hebat saya Pak Edy Purwanto yang fotonya saya upload dibawah ini, yang saat ini semakin terus berkibar dan semakin membesar bisnisnya, dari juragan furniture dengan banyak karyawan, hingga merambah ke bisnis property..

Setahu saya, sejak kami dulu masih ngontrak petakan berdua di daerah pondok pinang jakarta, dan sama-sama masih menjadi kuli dengan upah mingguan, ketika banyak orang mengeluhkan keadaan saat krisis moneter thn 1997-1998 melanda indonesia, hingga sahabat saya ini kena dampak PHK, ia tetap selalu optimis memandang masa depan..

Meski banyak orang merasa pesimis, cemas, ketakutan, dan melihat masa depan indonesia begitu suram, gelap, tanpa ada kepastian, sahabat saya ini terus membangun dan merancang impian, seolah-olah masa depan yang diimpikan begitu nyatanya..

Itulah juga yang saya rasakan waktu itu, dengan berbekal semangat hidup dan cinta yang menyala-nyala kepada istri saya, saya bertekad mengubah nasib hidup, dengan berdagang apapun yang bisa saya jual..

Dari jualan mainan anak-anak, jualan baju, jualan bakso, jualan cilok, jamu seduh, bubur kacang ijo, indo mie rebus, dll..

Sehingga tidak ada waktu bagi saya untuk membaca berita, termasuk nonton televisi..

Disaat banyak orang,
Sibuk nyinyirin pemerintah..
Sibuk menyalahkan keadaan..
Sibuk mengutuk kehidupan..

Saya sibuk mempersiapkan masa depan saya.. Saya sibuk mewujudkan impian besar saya..

YA, saya sibuk dan serius sekali memainkan peran dalam "skenario hidup" yang saya buat sendiri..

Sebab, saya sudah menyadari hal ini sejak dulu, bahkan saya sudah berjanji kepada diri saya sendiri untuk tidak akan menyia-nyiakan dan menghabiskan waktu saya seumur hidup untuk menjalani skenario hidup yang dibuat oleh orang lain..

Selamat pagi dan salam sukses mulia.

Sumber : Coach Nurhadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar